Bab 2

RUANG LINGKUP MEDIA PENDIDIKAN

1.Pentingnya Media Pendidikan dalam Pengajaran
Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Jadi, siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad, 2002) adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis), dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas, maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos, 1996). Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat, sikap, kepercayaan, inteligensi, dan pengetahuan), hambatan fisik berupa kelelahan, keterbatasan daya alat indera, dan kondisi kesehatan penerima pesan. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan), dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman, dkk., 1990).
Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran, proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne, 1985) dan efisien.
Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam melaksanakan tugasnya, guru (pengajar) diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran, dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih (sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman). Bahkan mungkin lebih dari itu, guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajarannya sendiri. Oleh karena itu, guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994): (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar; (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan; (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan; (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran; (v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran; (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran; dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, lebih jauh perlu dibahas tentang arti, posisi, fungsi, klasifikasi, dan karakteristik beberapa jenis media, untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup,sejak dia masih bayi hingga keliang lahat nanti. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Tidak selamanya membawa siswa ke benda/objek/peristiwa sebenarnya atau sebaliknya membawa objek/benda/peristiwa sebenarnya ke siswa,mungkin dilakukan. Bayangkan kalau anda harus mengajarkan proses terjadinya gerhana bulan. Anda perlu sumber lain untuk menyampaikan pesan tersebut. Model, gambar, bagan, dan film bisa menyajikan pesan tersebut dengan baik. Mau tak mau sebagai guru atau instruktur suatu latihan kita harus mengukur bahwa kita bukanlah satu-satunya sumber belajar. Istilah proses belajr mmengajar atau kegiatan belajar mengajar hendaklah diartikan bahwa proses belajar dalam diri siswa terjadi baik karena ada yang secara langsung mengajar (guru, instruktur) atau pun secara tidak langsung . belajar tidak langsung artinya siswa secar aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar lain. Guru atau insturktur hanyalah satu dari begitu banyak sumber belajar yang dapat memungkin kan siswa belajar. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.

2. Pengertian Media Pendidikan
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secra harfiah berarti perantara atau pengajar. Mertode adlah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Gagne(1970) menyatakan bahwa media adalh berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Sementara itu Briggss(1970) berpendapat bahwa media adlah alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku,film,kaset adalah contohnya.
Asosiasi pendidikan nasional (Nasional Education Association/NEA) memilki pengertian yang berbeda. Media adlah bentuk komonikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendakanya dapat dimanipulai, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Selanjutnya dikemukakan beberapa pengertian tentang media dan media instruksional edukatif,yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Media adlah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S.Hamijaya)
2. Media adlah chanel (saluran) karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk meraskan,mendengar dan melihat dalam batas –batas jarak ,ruang dan waktu tertentu.
3. Mdia adlah medium yang digunakan untuk membawa/ menyampaikan sesuatu pesan ,dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengam suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
4. AECI menyatakan bahwa media adlah segala bentuk yang dipergunakan untukproses penyaluran informasi
5. Menurut Donald P Ely & Gerlach,pengertian media ada dua bagian yaitu ati sempit dan arti luas.
a) Arti sempi, bahwa media itu berwujud ,grafik,foto alat mekanik dan elektronik yang diguakan unuk melengkapi, memproses seta menyampaikan informasi.
b) Menurut arti luas, yaitu kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan perseta didik dpaat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baru.
Jadi media adlah segala sesuatu yang dapt diindra yang berfungsi sebagai perantara/ sarana/alat untuk proses konikasi (proses belajar mengajar)
3. Fungsi dan Kegunaan Media
Fungsi media intruksional edukatif
a) Menurut Darek Rowntree,media pendidkan (media instruksional edukatif ) berfungsi:
1. Membangkitkan motivasi belajar
2. Mengulang apa yang telah dipelajari
3. Menyediakan stimulus belajar
4. Mengaktifkan respons perseta didik
5. Memberikan balikan dengan segera
6. Mengalakkan latihan yang diserasi
b) Menurut Mcknown ada 4 fungsi yaittu:
1. Mengubah titik berat pendidikan formal yaitu dari pendidkan yang menekankan pada instruksional akademis menjadi pendidikan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peseta didik.
2. Membangkitkan motivasi belajar pada peseta didik karena
a. Media intruksioanl edukatif pada umumnya merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik, sehingga menarik perhatian peserta didik.
b. Penggunaan media instruksional edukatif memberikan kebebasan kepada peserta didik lebih besar dibandingkan degan cara belajar tradisional.
c. Media instruksional edukatif lebih knkret dan mudah dipahami
d. Memungkinkan peseta didik untuk berbuat sesuatu
e. Mendorong pesrta didik untuk ingin tahu lebih banyak.
3. Memberikan kejelasan (clarifikasition)
4. Memberikan rangsangan (stimulus)
Kegunaan M edia Pendidikan
Secara umum media pendidikan mempunyai kenggunaan sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata tetulis atau lisan belaka)
2. Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indera seperti misalnya:
a) Objek yang terlalu besar bisa diganti dengan realita ,gambar,film bingkai, film,atau modek.
b) Objek yang kecil ,dibantu dengan proyektor micro,film bingkai,film,atau gambar.
3.penggunaan media pendidikan secra tepat dan dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik dalam hal ini media pendidkan berguna untuk:

a) Menimbulkan kegairahan belajar
b) Memungkinkan interaksi yang lebh langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
c) Memungkinkan anak didik belajar sendiri –sendiri menurut kemampuan dan minatnya .
3. memberikan perangsang yang sama
4. mempersamakan pengalaman
5. menimbulkan persepsi yang sama
4.Ciri –ciri Media pembelajaran
Ciri-ciri umum media instruksional edukatif adlah
1. media insturksional edukatif identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung
2. media instruksional edukatif digunakan dalam prses komunikasi intruksional
3. media instruksiaonal edukatif meupkan alat yang efektif dalam instruksional
4. media instruksional edukatif memilki muatna normatif bagi kepentin gan pendidkan
5. media instruksianal edukatif erat kaitannya dengan metode mengajrar khususnya maupun komponen –kompnen sistem instruksional lainya
perbedaan antara media dn alat peraga terletak pda fungsinya bukan pada substnsifnya .
5.sejarah perkembngna media pendidikan
Pda mulanya media hanya dianggapa sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids) ,alat bantu yang dipakai adlah alat bantu visual,mislanya gambar,model, objek dan alat-alatlain yang dapat memberikan pengalaman konkret ,motivasi ,belajar serta mempertinggi daya serp dan retensi belajar siswa. Dengan maksudnya pengaruh teknologi audio pada sekitar pertengahan abad ke 20 ,alat visual atau audio visual aids(AVA).

Sumber bacaan
Arsyad, azhar. 2009. Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali pers.
Sadiman, Arief S. 2009. Media pendidikan: pengertian, pengembangan, dan pemanfaatanya. Jakarta: rajawali pers.
Dan sumber yang relevan lainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: