My Profil

Nama : Vivi Afriani
Nim/BP : 02372/2008
Prodi : Pendidikan Ekonomi

Laporan Observasi

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Media sangat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar harus memiliki gagasan yang ditujukan dalam desain instruksional, sebagai titik awal dalam melaksanakan komunikasi dengan peserta didik.
Karena itu, dalam menyusun desain belajar mengajar, di samping gagasan guru, perlu di perhatikan adanya unsur –unsur yang dapat menunjang proses komunikasi serta adanya tujuan dari komunikasi. Sehingga dalam proses belajar mengajar guru yang di bantu dengan penggunaan media akan mencapai proses belajar mengajar akan efektif, efisien, dan berkualitas.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru di tuntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (hamalik,1994:6):
a. Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
b. Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
c. Seluk-beluk proses belajar;
d. Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
e. Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
f. Pemilihan dan penggunaan media pendidkan;
g. Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
h. Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
i. Usaha inovasi dalam media pendidikan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
B. Kajian teori
1. Pengertian media pendidikan
Berapa pengertian tentang media dan media instruksional edukatif yang di kemungkakan oleh para ahli
a. Media adalah semua bentuk perantara yan dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (santoso s. hamijaya)
b. Media adalah channel (saluran) karena pada hakikatnyan media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas-batas itu hampir menjadi tidak ada (mc luahan)
c. Menurut donal , p.Ely,dan vernon s berlak), pengertian media ada 2 bagian yaitu arti sempit dan arti luas
a) Arti sempit, bahwa media berwujut : grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang di gunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan informasi
b) Menurut arti luas yaitu, kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap yag baru.
Jadi media adalah segala sesuatu yang dapat di indra yang brpunsi sebagai perantara/ Sarana/ alat untuk proses komnikasi dan proses belajar.
Media instruksional edukatif adalah: sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dari hasil instruksional secara efektif dan efisien, serta tujuan instruksional dapt di capai dengan mudah.
2. Manfaat media pembelajaran
Berbagai manfaat media pembelajaran telah di bahas oleh banyak ahli. Menurut kemp & dayton (1985;3-4) meskipun telah lama di sadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media pembelajaran, pnerimaanya serta pengintegrasikanya kedalam program- program pengajaranya brjalan amat lambat. Mereka mengemungkakan berberapa hasil penelitian yang menunjukan ampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut:
a. Penyampaian pelajaran lebih baku
b. Pembelajatan dapat lebih menarik
c. Pembelajaran lebih interaktif
d. Lama waktu pemblajaran dapat dipersingkat
e. Kualitas hasil belajar dapat di tinggkatkan
f. Pembelajaran sdapat diberikan kapan dan dimana diingginkan atau diperlukan
g. Sikap positif siswa trhadapapa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat di tingkatkan
h. Peran guru dapat berubah kearahg yang lebih positif, misalnya sebagai konsultan ata penasihat siswa.
3. Karakteristik berberapa jenis media pendidikan
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi. Misalnya, Schramm melihat karakteristik media dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran yang dapat diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai (Sadiman, dkk., 1990). Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media. Kemp, 1975, (dalam Sadiman, dkk., 1990) juga mengemukakan bahwa karakteristik media merupakan dasar pemilihan media yang disesuaikan dengan situasi belajar tertentu.
Gerlach dan Ely mengemukakan tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut (Arsyad, 2002) adalah: a) ciri fiksatif, yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek; b) ciri manipulatif, yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek, kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. Sebagai contoh, misalnya proses larva menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan waktu yang lebih singkat (atau dipercepat dengan teknik time-lapse recording). Atau sebaliknya, suatu kejadian/peristiwa dapat diperlambat penayangannya agar diperoleh urut-urutan yang jelas dari kejadian/peristiwa tersebut; c) ciri distributif, yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa, di berbagai tempat, dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.
Berdasarkan uraian sebelumnya, ternyata bahwa karakteristik media, klasifikasi media, dan pemilihan media merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Banyak ahli, seperti Bretz, Duncan, Briggs, Gagne, Edling, Schramm, dan Kemp, telah melakukan pengelompokan atau membuat taksonomi mengenai media pembelajaran. Dari sekian pengelompokan tersebut, secara garis besar media pembelajaran dapat diklasifikasikan atas: media grafis, media audio, media proyeksi diam (hanya menonjolkan visual saja dan disertai rekaman audio), dan media permainan-simulasi. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi, yaitu: media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Masing-masing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya. Karakteristik dari masing-masing kelompok media tersebut akan dibahas dalam uraian selanjutnya.
Media grafis. Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbul-simbul visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.
Media audio. Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).
Media proyeksi diam. Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. Ada kalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja, atau disertai rekaman audio. Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dsb., sesuai dengan kebutuhan.
Media permainan dan simulasi. Ada beberapa istilah lain untuk kelompok media pembelajaran ini, misalnya simulasi dan permainan peran, atau permainan simulasi. Meskipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompkkan ke dalam satu istilah yaitu permainan (Sadiman, 1990). Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi nyata di masyarakat, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pebelajar yang sulit belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak.
4. Prinsip –prinsip pemilihan media
Pemilihan media merupakan keputusan yang menarik dan menentukan terhadap ketepatan jenis media yang akan digunakan, yang selanjutnya sangat mempengaruhi efektvitas dan efisiensi proses pembelajaran. Dalam menentukan ketepatan media yang akan dipersiapkan dan digunakan melakui proses pengam-bilan keputusan adalah berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh me¬dia termasuk kelebihan dari karakteristik media yang bersangkutan dihubungkan dengan berbagai komponen pembelajaran. Belum tentu jenis media yang mahal, yang lebih modern, yang lebih serba maju akan mendukung terciptanya pembela-jaran yang efektv dan efisien . Sebaliknya jenis media sederhana, harganya murah, mudah dibuat atau mudah didapat mungkin lebih efektif dan efisien diban¬ding yang lebih modern tersebut Begitu juga posisi media dalam pola pembela¬jaran yang akan dilaksanakan sangat mempengaruhi keteptan jenis media yang akan digunakan.
Sebelum melakukan proses pemilihan media ada beberapa prinsip yang ha¬rus diperhatikan.
Adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media tersebut.
Tujuan pemilihan media harus dihubungkan dengan tujuan dari penggu-naan media. Tujuan penggunaan media dapat bermacam-macam, seperti se¬kedar pengisi waktu, untuk hiburan, untuk informasi umum, untuk pembelajar¬an. Jika tujuan pemilihannya selain bukan pembelajaran, sebetulnya bukan tugas utama teknolog pendidikan. Tetapi kita harus mampu untuk melaksana¬kannya. Jika tujuan pemilihannya untuk pembelajaran harus dilihat peranan¬nya apakah sebagai alat bantu, sebagai pendamping guru, atau sebagai media untuk pembelajaran individual atau kombinasi dari semuanya itu.
Di samping itu jika tujuannya untuk media pembelajaran apakah untuk mencapai tujuan kognitif, afektif atau psikomotor termasuk yang harus diper-hatikan masing-masing dari aspektujuantersebut. Yang harus diperhatikan dalam mempertimbangkan sebagai media pembelajaran apakah untuk sasaran individu, kelompok, atau klasikal, atau untuk sasaran tertentu, misalnya anak balita, orang dewasa, masyarakat petani, orang buta, orang tuli, dan sebagainya.
Adanyafamiliaritasmedia. Istilah familiaritas berasal dari famili atau keluarga artinya mengenal utuh tentang media yang akan dipilih. Setiap jenis media mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Jika dihubungkan karakteristik setiap media tersebut terhadap komponen pembelajaran akan mempunyai konseku¬ensi yang berbeda. Misalnya dihubungkan dengan tujuan pembelajaran media tertentu secara efektif dan efisien dapat mencapai tujuan kognitif tetapi media tertentu yang lain tidak bisa secara efektif. Begitu juga untuk tujuan afektif dan psikomotor ada beberapa media yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien dan efeklif ada juga yang tidak. Jika dihubungkan de¬ngan sasaran belajar, ada yang bisa secara efisien dan efektif untuk individu, kelompok, klasikal tetapi ada juga yang tidak. Jika dihubungkan dengan isi pe¬san yang dipelajari, ada media yang dapat digunakan untuk menyajikan pesan yang bersifat faktual, konsep, prinsip, prosedur, atau sikap, tetapi ada juga yang tidak.
Oleh karena itu sebagai teknolog pendidikan harus mengenal betul sifat dan karakteristik dari masing-masing media tersebut agar media yang akan di¬pilih betul-betul tepat sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembela¬jaran.
Ada sejumlah media pembelajaran yang dapat dipilih atau diperbandingkan
Sekalipun telah dikenal betul tentang sifat dan karakteristik dari berbagai macam media, tidak akan ada gunanya jika tidak tersedia sejumlah media yang akan dipilih. Karena pada hakekatnya pemilihan adalah proses pengambilan keputusan untuk menetapkan media yang paling cocok dipakai untuk kegiatan pembelajaran, berarti harus terdapat sejumlah media yang diperbandingkan. Begitu juga jika jenis media yang diperbandingkan terbatas maka jenis media yang ditetapkan untuk digunakan juga terbatas apa adanya.
Ada sejumlah kriteria atau norma yang dipakai dalam proses pemilihan
Prinsip ini merupakan hal yang terpenting dalam proses pemilihan karena akan dipakai dan digunakan serta menentukan jenis media yang ditentukan. Sejumlah kriteria atau norma yang dikembangkan harus disesuaikan dengan keterbatasan kondisi setempat mulai dari tujuan yang ingin dicapai, fasilitas, tenaga maupun dana, dampak kemudahan yang diperolehnya serta efisiensi dan efektivitasnya. Penyesuaian dengan keterbatasan kondisi setempat bukan menghilangkan idealisasi norma, tetapi dimaksudkan apakah memungkinkan untuk dilaksanakan atau tidak. Karena itu jumlah dan kedetailan norma atau kriteria yang dikembangkan untuk lembaga satu dengan lembaga yang lain bisa berbeda.
Selain itu sebelum mengembangkan kriteria dan melaksanakan pemilihan media harus diketahui jenis media yang akan dipilih apakah termasuk media by design ataukah by utilization. Karena konsekuensi dan jenis media tersebut berdampak pada penentuan kriteria atau norma yang dipakai. Media by utilization yang dimaksud adalah media yang telah tersedia secara umum dan banyak di lapangan atau di pasaran, tinggal menyesuaikan untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan media by design ada¬lah media yang sengaja dirancang dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Karena itu proses dan kriteria pemilihan yang dipakai tentunya berbeda.

BAB II
HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
INDENTITAS OBSERVASI
Sekolah : SMAN 7 Padang
Nama guru : 1. Dra.Asnitati
2. Juniar.Spd
3.Dra.Effiananda
Guru bidang studi :Ekonomi
Tanggal : 24 maret 2011
Hari : kamis
A. Hasi obsevasi
Berdasarkan wancara dengan guru bidang studi ekonomi, mengenai penggunaan media pembelajaran oleh guru bidang studi ekonomi di SMAN 7 Padang, adapun hasil wawancaranya adalah sebagai berikut
Dari tiga orang guru yang penulis wawancara hanya 1orang guru yang menggunakan media pembelajaran selain papan tulis atau media konvensional. Dari penjelasan buk Asnitati, tidak digunakanya media pendidikan berupa LCD dikarenakan kurang bisa menggunakan leptop secara baik karena faktor usia, walaupun mempunyai leptop sendiri, apalagi jka pelajaran itu merupakan pelajaran akuntansi, tidak akan mampu siswa memahami pelajaran secara optimal karena siswa baru di perkenalkan pada pelajaran akuntansi yang kebanyakan siswa sulit untuk memahami, guru harus sering mengulang pelajaran agar siswa mengerti dan ibuk lebih suka menjelaskan pelajaran kepada siswa dengan cara mencontohkan dengan benda-benda yang ada di sekitar siswa misalnya pada mata pelajaran akuntansi, guru mencontohkan pena yang di beli merupakan penanbah aktiva berupa perlengkapan dan penggurangan terhadap kas,sehinnga diharapkan siswa lebih memahami. Media yang digunakan selain papan tulis adalah LKS, dan buku –buku yang relevan .
Dari penjelasan buk Juniar media adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai perantara atau sarana untuk proses komunikasi dalam proses belajar menngajar. Penggunaan Lcd sebagai salah satu media pembelajaran dirsakan kurang efektif. Bagaimana jika akuntansi menggunakan media LCD tentu siswa tidak dapat memahami pembelajaran secara optimal dikarenakan akuntansi perlu dijelaskan secara bertahap, dengan pelajaran ekonomi tidak digunakanya LCD di karenakan siswa hanya akan terfokus pada materi yang di tampilkan padahal materi yang ditampilkan hanya poin poin saja padahal dal;am penjelasan materi penting dapat ditekankan dan di catat oleh siswa.
Buk Effiananda dalam menyampaikan materi pembelajaran selalu berupaya untuk meggunakan media pembelajaran yang relevan baik itu media papan tulis, gambar, LCD, dan observasi. Contoh jika pelajaran ekonomi mengenai wirausaha maka gambar akan digunakan seperti gambar seorang pengusaha , jika pembelajaran mengenai valuta asing maka siswa ditugaskan membeli uang asing tentunya jika siswa ditugaskan kelapangan maka indikator yang diharapkan sesuai dengan tugas dan kondisi waktu. Dalam penggunaan LCD guru selalu berupaya agar media yang digunakan benar benar dapat sebagai sarana penyampaian pesan dalam proses pembelajaran . adapun kendala yang dihadapi adalah
Power poin yang ditampilkan sederhana karena tidak dapat menggunakan secara optimal teknologi leptop
Terkadang siswa merasa guru terlalu cepat menerangkan pelajaran
Terkadang LCD yang digunakan tidak dapat berfungsi
Guru harus berebut untuk menggunakan LCD karena terbatasnya LCD yang disediakan oleh sekolah.

BAB 111
PENUTUP
A.Kesimpulan
Ada beberapa batasan atau pengertian tentang media pembelajaran yang disampaikan oleh para ahli. Dari batasan-batasan tersebut, dapat dirangkum bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif.
Dalam awal perkembangannya, media memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). Sebagai alat bantu dalam mengajar, media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang, misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini, media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. Dalam posisi seperti ini, penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien). Dengan kata lain, bahwa posisi guru sebagai fasilitator dan media memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pebelajar.
Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman dan retensi yang lebih baik terhadap isi pelajaran. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira, di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih “hidup”, yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Jadi, sasaran akhir penggunaan media adalah untuk memudahkan belajar, bukan kemudahan mengajar.
`

Teknik Pemilihan Media

TENIK PEMILIHAN MEDIA
Pemilihan media
1) Dasar pertimbangan dalam pemilihan media
Ditinjau dari kesiapan penggadaanya, media dikelompokkan dalam 2 jenis, yaitu media jadi karena sudah merupkan komoditi perdagangan dan terdapat dipasarkan luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization), dan media rancangan karena perlu dirancang dan dipersiapkan secra khusus untuk maksud atau tujuan pembelajran tertentu ( media by design) . kelebihan dari media jadi adalah hemat dalam waktu tenaga dan biaya untuk penggadaanya .sebaliknya mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu akan mmera baak waktenaga maupun biaya karena untuk mendapatkan keandalan dan kesahihanya diperlukan serangkaian kegiatan validasi prototipnya,
B. Dasar pertimbangan pemilihan media
Pada saat pembelajaran, pernahkah Anda mengalami permasalahan bahwa ternyata media yang Anda gunakan kurang tepat? dalam kata lain hasil belajar siswa tidak meningkat, siswa tidak tertarik dengan media yang kita sajikan, atau siswa malah bingung dan tidak meningkat motivasi belajarnya, padahal kita sudah bekerja keras untuk membuat media tersebut. Atau Anda pernah merasa bingung untuk menentukan media apa yang harus Anda pilih untuk materi pembelajaran yang sudah Anda siapkan?. Permasalahan tersebut mungkin saja sering dialami guru karena banyaknya jenis media pembelajaran atau ingin memilih media pembelajaran yang lebih efisien namun hasilnya memuaskan. Tentu saja permasalahan tersebut tidak akan terjadi apabila Anda memahami bagaimana konsep prosedur dan model yang tepat dalam memilih media pembelajaran. Oleh karena itu, pelajarilah BBM ini dengan cermat, sehingga media yang anda gunakan benar-benar didasarkan atas prosedur pemilihan yang tepat, sehingga sesuai yang diharapkan
Beberapa penyebab orang memilih media antara laiankarena:
a. Bermaksud mendemontrasikan seperti halnya pada kuliah tentang media.
b. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi.
c. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkret.
d. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bila dilakukannya, misalnya untuk menarik minat atau gairah belajar siswa.
Jadi dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak . mC.connel (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah. “ if the medium fits, use it”!

Pertanyaan-pertanyaan praktis yang dapat diajukan dalam rangka pembelian medi jadi adalah sebagai berikut:
1. Apakah media yang bersangkutan relevan dengan tujuan pembelajran yang ingin dicapai?
2. Apakah ada sumber informasi, katalog dan sebagainya mengenai media yang bersangkutan?
3. Apakah perlu dibentuk tim untuk meriview yang terdiri dari para calon pemakai?
4. Apakah ada media dipasarkan yang telah divalidasikan?
5. Apakah media yang bersangkutan boleh direview terlebih dahulu?
6. Apakah tersedia format review yang sudah dibakukan?
C. Kriteria pemilihan
Menurut profesor Ely mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteks bahwa media merupakan komponen dari sistem instrusional secara keseluruhan, faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilainya juga perlu dipetimbangkan. Dalam hubungan ini Dicky dan Carey (1978) menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan prilaku belajarnya, setidaknya masih ada 4 faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media:
1. Ketersedian sumber setempat .
Artinya,bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri.
2. Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana tenaga dan fasilitasnya.
3. Faktor yang menyangkut keluwesan,kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama, artinya media bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan.
4. Efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.

Hakikat dari pemilihan media pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai,ataumengadaptasi media yang bersangkutan.
D. Model/ prosedur pemilihan media
Bila dilihatdari bentuknya,cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 model yaitu:
1. Flowchart yang menggunkan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambil keputusan pemilihan.
2. Model matriks yang mengangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
3. Model cheklist yang juga mengguhkan keputusanpemilihan sampai semua kriterinya dipertimbangkan.
Model checklis lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media. Jadi, model matriks lebih serasi untuk digunakan dalam pemilihan media dirancangan, sedangkan model flowchart dapat digunakan baik untuk mengambarkan proses pemilihan media jadi maupun media rancangan
Anderson melihat pemilihan media sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan instruksional, untuk keperluan itu dan membagi media dalam sepuluh kelompok yaitu:
(a.) Media audio
(b.) Media cetak
(c.) Media cetak bersuara
(d.) Media proyeksi (visual) diam
(e.) Media proyeksi dengan suara
(f.) Media visual gerak
(g.) Media audio visual gerak
(h.) Objek
(i.) Sumber manusia dan linhkungan
(j.) Media komputer
Prosedur lain untuk pemlihan media dibuat dalam bentuk matriks seperti yang dikembangkan oleh wilbur schramm (1977) yang ingin melihat kesesuaian media dengan tingkat kesulitan pengendalian oleh pemakai,contoh lain yang juga mempergunakan pendekatan matrikas adalah model yang dikembangkan oleh allen. Allen melihat bahwa media media tertentu mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu terhadap yang lain untuk tujuan belajar tertentu dan sebaliknya.
Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
A. Alasan Teoritis
Alasan pokok pemilihan mdia dalam pembelajran,karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajran ditunjang oleh media yang sesuai denagan materi. Strategi yang digunkan dan karakteristik siswa. Apabila ternyata hasil belajar tidak sesuai dengan harapan dalam kata lain hasil belajr siswa rendah,maka perlu ditelesuri penyebabnya dengan menganalisis setiap komponen. Sehingga kitadapat mengetahui faktor penyebabnya dengan lebih objektif.
Pentingnya pemilihan media dengan melihat kedudukan media dengan melihat kedudukan media dalam pembelajran dapat kita lihat dengan model sistem pembelajran yang dikemukakan oleh gerlach dan elly sebagai berikut

Sistem pembelajaran gerlach dan elly
Prosedur pengembangan pembelajaran menueut gerlach dan elly dengan menggunakan pendekatan sistem dapat dijelaskan bahwa perumusan tujuan instruksional merupakan langkah pertama dalam merencanakan pembelajaran sebagai rumusan tingkah laku yang harus dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti pembelajran. Langkah kedua adalah merinci materi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
B. Alasan praktis pemilihan media
Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan sipengguna seperti guru,dosen,instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran.terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan olah Arif Sadiman(1996:84) adalah sebagai berikut:
a. Demontrasion :dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep,alat,objek,kegunaan,cara mengoperasikan dan lain-lain.media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran.
b. Famlirity, penguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia mengunakan media,yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut,merasa sudah menguasai media tersebut, jika mengunakan media lain belum tentu biasa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu,tenega,dan biaya.
c. Clarity, alasan ketiga mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit kriteria pemilihan media.
A.kriteria umum pemilihan media
Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam permilihan media.namun demikian secara teoritik bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran.
Kriteria umum sebagai berikut:
1. Kesesuaian dengan tujuan
2. Kesesuian dengan materi pembelajaran
3. Kesesuian dengan krakteristik pembelajaran atau siswa
4. Kesesuian dengan teori
5. Kesesuian dengan media pembelajaran
6. Kesesuian dengan kondisi lingkungan,fasilitas pendukung,dan waktu yang tersedia
B.kriteria khusus pemilihan media
Errckson (1993) memberikan saran dalam mengembangkan kriteria pemilihan dalam bentuk check list sebagai berikut:
1. Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa
2. Apakah dapat menarik siswa untuk berlajar
3. Apakah ada kaitanya dan mengena secara langsung dengan tujuan pembelajaran
4. Bagaimana format penyajianya diatur? Apakah memenuhi tata urutan yang teratur?
5. Bagaimana dengan materinya,mutakhir dan authentik?

Teknik Perencanaan dan Strategi Penggunaan Media Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar

Teknik Perancangan dan strategi Pengunaan
Media Pendidikan Dalam Proses Belajar Mengajar

1.Teknik/Prosedur Perancangan media pendidikan
Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang,misalnya sebagai disiplin,sebagai ilmu,dari sebagai proses.sebagai disiplin,desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanannya.sebagai ilmu,desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan,perlaksanaan, pernilaian,serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai maka perlajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.sebagai sistem,desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaanya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu berlajar.
Komponen utama desain pembelajaran adalah:
1. Pembelajaran (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi,karakteristik mereka,kemampuan awal dan pra syarat.
2. Tujuan pembelajaran (umum dan khusus) adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajaran.
3. Analisis pembelajaran merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari.
4. Strategi pembelajaran,dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan berlajar mengajar.
5. Bahan ejer adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajarn
6. Penilaian pelajar,tentang pengukuran kemampuan atau kompotensi yang sudah dikuasai atau belum
A. Teori-teori pembelajaran dalam desain pembelajaran
Pengunaan media mengunakan audio visual atau komputer media dapat membantu sisiwa itu memperoleh pelajaran bermanfaan. Guru sebagai pengembangan media pembelajaraan harus mengetahui perbedaan pendekatan dalam berlajar agar dapat memilih strategi pembelajaraan yang tepat. Terdapat beberapa teori berlajar yang menlandasi pengunaan teknologi/komputer dalam pembelajaraan yaitu teori benaviarisme,kognitifisme,dan konstruktivisme.
D.Model-model Desain Pembelajaran
Dalam desain pembelajaraan dikenal dengan beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Secara umumm model desain pembelajaraan dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas, model berorientasi sistem,model berorientasi produk,model prosedururat dan model melingkar.
Beberapa contoh dari model-model diatas akan diuraikan
I. Model Dick and carrey
Model ini termasuk ke dalam model prosedurat.
Langkah-langkahdesain pembelajaraan menurut Dick and carrey adalah:
a. Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaraan
b. Melaksanakan analisi pembelajaraan
c. Mengidentifikasikan tingkah laku masukan dan krakretistik siswa
d. Merumuskan tujuan perfamasi
e. Mengembangkan butir-butir tes acuan petokan
f. Mengenbangkan dan memilih materi pembelajaraan
g. Mengembangkan dan memilih materi pembelajaraan
h. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
i. Merevisi bahan pembelajaraan
j. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif
2.Model kemp
3. Model Assure
Model assure merupakan suatu model yang merupakan sebuah formalasi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Menurut Heinich et ol (2005) model ini terdiri atas 6 langkah kegiatan yaitu :
1) Analyze learners (analisis pelajar)
Menueut heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajran kan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan ciri-ciri ,belajr ,isi sari pelajaan yang akan dibuat medianya, media dan bahan pelajaran itu sendiri.
2) States objectives ( menyatakan tujuan )
Adalah tahapan ketika membutuhkan tujuan pembeljaran baik berdasarkan buku atau kurikulum, tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan.
3) Select methids, media, and material
Heinich et al (2005) menyatakan ada 3 hal penting dlaam pemilihan metode, bahan dan media yaitu menentukan metode sesuai dengan tugas pembelajaran, dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain maka yang telah ditentukan
4) Utilize media and materials
Menurut heinich et all (2005) terdapat laima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan , sediakan persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran
5) Require learner participation
Sebellum pelajr dinilai secara formal, peljar perlu dilibatkan dlam aktifitas pembelajaran seperti memecahkan masalah, simulasi, kuis, atau persentasi.

6) Evaluate and revise
Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran ,penilaian yang dimaksud melibatkan beberapa aspek diantaranya menilai pencapaian pelajar, pembelajran yang dihasilkan memilih metode dan media, kualiatas media ,penggunaan guru, dan penggunaan pelajar.

Perkembangan Dan Penggunaan Media Berbasis Teknologi Tinggi

PERKEMBANGAN DAN PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS
TEKNOLOGI TINGGI

1.Belajar jarang jauh (Distance learning) dengan perangkat elearning
Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adlah pendidikan diman pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi yang memilki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. Media sebagai sumber sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (oetomo dan priyogotomo,2004)beberapa bagian ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lainya ide tentang e- learning (utomo,2001)
e- learning berarti pembelajran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika,khususnya perangkat komputer (soekertawi, 2003)karena itu e-learning sering disebut juga dengan on-line course. Dalam berbagai literature e-learning tidak dpat dilepaskan dari jaringan internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajran. Namun, dalam perkembangannya masih dijumpi kendala dan hambatan untu mengaplikasikan sistem e-learning ini antara lain:
(a) Masih kurangnnya kemampuan menggunakan internet sebagai sumber pembelajaran.
(b) Biaya yang diperlukan masih relativ mahal untuk tahap-tahap awal .
(c) Belum memadinya perhatian dari berbagai pihak terhapa pembelajaran melalui internet
(d) Belum memadinya infrastuktur pendukung untuk derah-daerah tertentu . (soekartawi,2003)

Peranan media ajar dalam proses pembelajaran
Dalam pelaksanaanya,teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan audit yang besar dalam menarik perhatian manusia dalam PBM, karena pada dasrnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi mahasiswa (djamrah,2002,137)
Umar hamalik (1986, djamarah (2002)dan sadiman dkk(1986),djamrah(2002) dan sadiman dkk (1986) , mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya kedalam beberapa jenis:
a. Media auditif ,yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti tape recorder
b. Media visual , yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan indra penglihatan dalam wujud visual
c. Media audio visual ,yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unssur gambar, jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik dan media ini dibagi kedalam dua jenis :
1) Audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam seperti film soun slide
2) Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gamabar yang bergerak, seperti film, video cassete, dan vcd.
Strategi pengembangan computr aided instruction
Dalam masalah “e-learning diindonesia dan propeknya dimasa mendatang”. Soekartawi menyatakan bahwadalam banyak hal, suksesnya program e- learning sangat tergantung dari penilaian apakah:
(a) E-learning itu sudah menjadi suatu kebutuhan
(b) Tersedianya infrastruktur pendukungnya.
(c) Tersedianya fasilitas jaringan internet
(d) Perangkat lunak pembelajaran
(e) Kemampuan dan ketermpilan orang mengoperasikannya.
(f) Kebijakan yang mendukung pelaksanaan program e-learning tersebut (soekartawi, 2003)

Oetome dan priyagoutomo mencoba untuk melaksanakan penelitian berkaitan dengan e-media yang sering digunakan,yang paling favorit serta yang menjadi harapan dan disukai oleh peserta didik dalam usahanya untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuannya ,maka hasil yyang diperoleh media-media tersebut antara lain: kaset(program pengajaran)-cd MP3. VCD dan internet.
Model E-Media
E-media adalh singkatan dari electronic media artinya media yang berbasiskan kepad peralatan elektronik. E- media berkembang sangat variatif , seiring dengan perkembangan media-media elektronik , seperti e-media konvensional berupa kaset rekaman pengajaran dan program tv pendidikan ,e media berbasiskan komputer terdiri dari cd, cd mp3,vcd, dan dvd,serta media berbasiskan internet seperti e-news,e-journal, e- consultant,chating,newsgroup, dan lain sebagainya (oetama dan priyogutomo,2004)
Pengajaran berbantuan komputer
Dengan berkembangnya teknologi e-media, sebagai media pendidkan , maka sarana dan prasarana untuk pemanfaatanya juga berkembang,salah satu sarana tersebut adalah komputer.
Dengan perkembangan teknologi komputer ini maka metode pendidikan juga berkembang. Sehingga, proses pengajaran berbantuan komputerini maju terus menuju kesempurnaannya, namun secara garis besarnya dapat dapat dikategorikan menjadi dua yaitu computer based training (CBT) dan web based training (WBT).
1. Computer based training (CBT)
CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan memanfaatkan media CD-Rom dandisk –based sebagai media pendidikan (Harton 2000) .dengan memanfaatkan media ini sebuah CD Rom bisa terdiri dari video klip, animasi ,grafik, peserta didik dalam pendidikannya.
2. Web based training (WBT)
Web based traing (WBT) sering juga diidentikkan dengan E-learning, dalam metode ini selain menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan, juga memanfaatkan jaringan

Media Pendidikan Dan Proses komunikasi Pembelajaran

MEDIA PENDIDIKAN DAN PROSES KOMUNIKASI PEMBELAJARAN

1.Proses belajar mengajar sebagai proses komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesanoleh komunikatir kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Mengidentifikasi kepada kita bahwayang termasuk unsur-unsur komunikasi adalah komunikator, pesan,media, komunikan,dan efek. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat proses informasi untuk komunikasi dalam pembelajaran, antara lain:
1) Hal yang akan disampaikan sampai kepada peneriama tanpa ada pembiasan isi ( subject & oucome)
2) Hal yang disampaikan setingkah dengan kemampuan siswa dalam menelaah (tingkat intelegensi siswa,pengalaman yang ada pernah didapat)
3) Siswa diminta menunjukkan kemajuan kemajuan sehingga pencapaianya dapat dianalisis, umpan balik mendapat respon sehingga terlihat jelas sukses dalam usahanya.
4) Siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar dengan cara menghubungkan apa yang mereka dapat sebelumnya dengan hal baru yang akan disampaikan.
5) Siswa diberi waktu luang yang cukup untuk berlatih dengan kondisi beragam untuk meyakinkan proses retensi dan transfer yang sedang terjadi.
Kata kunci: komunikasi efektif, pembelajran
Konsep komunikasi
Konsep komunkasi menurut john R.Wen burg,wiliam w.wimath dan kenner k sereno dan edward M badaken terbentuk menjadi 3 tipe:
1) Searah :pemahaman ini bermula dari pemahaman komunikasi yang berorientasi sumber yaitu semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitakan respon penerima.
2) Interaksi : pandangan ini menggap komunikasi sebagai proses sebab- akibat, aksi-reaksi yang arahnya bergantian.
3) Transaksi : konsep ini tidak hanya membatasi unsur sengaja atau tidak sengaja, adanya respons teramati atau tidak teramati namun juga seluruh transaksi perilaku saat berlangsungnya komunikasi berorientasi penerima.
Unsur-unsur dalam proses komunikasi ini meliputi :
1) Sekunder = komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
2) Encoding : penyadaian, yakni proses pengalihan pikiran kedalam bentuk lambang.
3) Message : pesan yang erupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
4) Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
5) Decoding : penguraraian sandi, yakni proses diman komunikan menetapakan makna pada lambang yang disampaikan oleh kominikator kepadanya
6) Receiver : komunikan yang menerima pesan dari komunikator
7) Response : tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
8) Feedback : umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator
9) Noise : gangguan yang tidak terencana yang terjadi dalam proses komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Pembelajaran sebagai proses komunikasi
Ditinjau dari prosesnya pendidikan adlah komunikasi dalam arti kata bahwa dalam proses tersebut terlibat dua kemampuan yang terdiri atas manusia, yakni pengajr sebagai komunikator dan pelajar sebagai komunikan.

Perbedaan komunikasi dan pendidikan terletak pada tujuannya atau efek yang diharapkan pada tujuan atau efek yang diharapkan, ditinjau dari efek yang diharapkan, ditinjau dari efek yang ada diharapkan itu, tujuan komukasi sifat umum ,sedangkan tujuan pendidikan sifatnya khusus. Tujuan pendidikan adalah khas atau khusus,yaitu meningkaytkan pengetahuan seseorang mengenai suatu hal sehingga ia menguasainya.Tujuan pendidikan akan tercapainya jika prosesnya komunikasi.
Komikasi dalam bentuk diskusi dalam proses belajar mengajar berlangsung amat efektif hal ini disebabkan oleh dua hal:
a. Materi yang didiskusikan meningkat intelektualiatas
b. Komunikasi dengan diskusi bersifat intrakomunikasi dan intercomunication. Yang dimaksud dengan intracomunication atau intrakomunikasi adalah komunikasi yangterjadi pada diri seseorang.
Komunikasi efektif dalam pembelajran
Untuk menyamakan makna antara guru /dosen siswa ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian:
1. Semua komponen dalam komunikasi pembelajaran diusahakan dalam kondisi ideal/ baik.
a. Pesan (message) harus jelas
b. Sumber / guru harus berkompetensi terhadap materi ajar.
c. Penerima/siswa harus dalam kondisi yang baik/ sehat untuk tercapinya prasyarat pembelajaran yang baik .
d. Lingkungan (setting)mampu mendukung penuh proses komunikasi
e. Materi /media sofware dalam kondisi /tidak rusak
f. Alat ( devuce) tidak rusak.
g. Teknik/ prosedur penggunaan semua komponen pembelajaran harus memilki instruksi jelas dan terprogaram dlam penggelolaan.

2. Proses encoding dan decoding tidak mengalami pembiasan arti/ makna .
3. Penganalogian harus dilakuakn untuk membantu membangkitkan pengertian baru dengan pengertian lama yang pernah mereka dapat.
4. Meminalisir tingkat gangguan dalam proses komunikasi mulai dari proses pengandalian sumber.
5. Ffedback dan respons harus ditingkatkan intensitasnya untuk mengukur efektifitas dan efisiensi pencapaian
6. Pengulangan (repetition)harus dilakukan secara kontinyu maupu progresif.
7. Evaluasi prosess dan hasil harus dilakukan untuk melihat kekurangan dan perbaikan.
Bentuk – bentuk komunikasi
1. Komunikasi verbal = lisan
2. Komunikasi non verbal = bahasa tubuh

Bab 2

RUANG LINGKUP MEDIA PENDIDIKAN

1.Pentingnya Media Pendidikan dalam Pengajaran
Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Jadi, siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad, 2002) adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis), dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas, maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos, 1996). Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat, sikap, kepercayaan, inteligensi, dan pengetahuan), hambatan fisik berupa kelelahan, keterbatasan daya alat indera, dan kondisi kesehatan penerima pesan. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan), dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman, dkk., 1990).
Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran, proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne, 1985) dan efisien.
Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam melaksanakan tugasnya, guru (pengajar) diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran, dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih (sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman). Bahkan mungkin lebih dari itu, guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajarannya sendiri. Oleh karena itu, guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994): (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar; (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan; (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan; (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran; (v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran; (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran; dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, lebih jauh perlu dibahas tentang arti, posisi, fungsi, klasifikasi, dan karakteristik beberapa jenis media, untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup,sejak dia masih bayi hingga keliang lahat nanti. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Tidak selamanya membawa siswa ke benda/objek/peristiwa sebenarnya atau sebaliknya membawa objek/benda/peristiwa sebenarnya ke siswa,mungkin dilakukan. Bayangkan kalau anda harus mengajarkan proses terjadinya gerhana bulan. Anda perlu sumber lain untuk menyampaikan pesan tersebut. Model, gambar, bagan, dan film bisa menyajikan pesan tersebut dengan baik. Mau tak mau sebagai guru atau instruktur suatu latihan kita harus mengukur bahwa kita bukanlah satu-satunya sumber belajar. Istilah proses belajr mmengajar atau kegiatan belajar mengajar hendaklah diartikan bahwa proses belajar dalam diri siswa terjadi baik karena ada yang secara langsung mengajar (guru, instruktur) atau pun secara tidak langsung . belajar tidak langsung artinya siswa secar aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar lain. Guru atau insturktur hanyalah satu dari begitu banyak sumber belajar yang dapat memungkin kan siswa belajar. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.

2. Pengertian Media Pendidikan
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secra harfiah berarti perantara atau pengajar. Mertode adlah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Gagne(1970) menyatakan bahwa media adalh berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Sementara itu Briggss(1970) berpendapat bahwa media adlah alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku,film,kaset adalah contohnya.
Asosiasi pendidikan nasional (Nasional Education Association/NEA) memilki pengertian yang berbeda. Media adlah bentuk komonikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendakanya dapat dimanipulai, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Selanjutnya dikemukakan beberapa pengertian tentang media dan media instruksional edukatif,yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Media adlah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S.Hamijaya)
2. Media adlah chanel (saluran) karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk meraskan,mendengar dan melihat dalam batas –batas jarak ,ruang dan waktu tertentu.
3. Mdia adlah medium yang digunakan untuk membawa/ menyampaikan sesuatu pesan ,dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengam suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
4. AECI menyatakan bahwa media adlah segala bentuk yang dipergunakan untukproses penyaluran informasi
5. Menurut Donald P Ely & Gerlach,pengertian media ada dua bagian yaitu ati sempit dan arti luas.
a) Arti sempi, bahwa media itu berwujud ,grafik,foto alat mekanik dan elektronik yang diguakan unuk melengkapi, memproses seta menyampaikan informasi.
b) Menurut arti luas, yaitu kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan perseta didik dpaat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baru.
Jadi media adlah segala sesuatu yang dapt diindra yang berfungsi sebagai perantara/ sarana/alat untuk proses konikasi (proses belajar mengajar)
3. Fungsi dan Kegunaan Media
Fungsi media intruksional edukatif
a) Menurut Darek Rowntree,media pendidkan (media instruksional edukatif ) berfungsi:
1. Membangkitkan motivasi belajar
2. Mengulang apa yang telah dipelajari
3. Menyediakan stimulus belajar
4. Mengaktifkan respons perseta didik
5. Memberikan balikan dengan segera
6. Mengalakkan latihan yang diserasi
b) Menurut Mcknown ada 4 fungsi yaittu:
1. Mengubah titik berat pendidikan formal yaitu dari pendidkan yang menekankan pada instruksional akademis menjadi pendidikan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peseta didik.
2. Membangkitkan motivasi belajar pada peseta didik karena
a. Media intruksioanl edukatif pada umumnya merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik, sehingga menarik perhatian peserta didik.
b. Penggunaan media instruksional edukatif memberikan kebebasan kepada peserta didik lebih besar dibandingkan degan cara belajar tradisional.
c. Media instruksional edukatif lebih knkret dan mudah dipahami
d. Memungkinkan peseta didik untuk berbuat sesuatu
e. Mendorong pesrta didik untuk ingin tahu lebih banyak.
3. Memberikan kejelasan (clarifikasition)
4. Memberikan rangsangan (stimulus)
Kegunaan M edia Pendidikan
Secara umum media pendidikan mempunyai kenggunaan sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata tetulis atau lisan belaka)
2. Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indera seperti misalnya:
a) Objek yang terlalu besar bisa diganti dengan realita ,gambar,film bingkai, film,atau modek.
b) Objek yang kecil ,dibantu dengan proyektor micro,film bingkai,film,atau gambar.
3.penggunaan media pendidikan secra tepat dan dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik dalam hal ini media pendidkan berguna untuk:

a) Menimbulkan kegairahan belajar
b) Memungkinkan interaksi yang lebh langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
c) Memungkinkan anak didik belajar sendiri –sendiri menurut kemampuan dan minatnya .
3. memberikan perangsang yang sama
4. mempersamakan pengalaman
5. menimbulkan persepsi yang sama
4.Ciri –ciri Media pembelajaran
Ciri-ciri umum media instruksional edukatif adlah
1. media insturksional edukatif identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung
2. media instruksional edukatif digunakan dalam prses komunikasi intruksional
3. media instruksiaonal edukatif meupkan alat yang efektif dalam instruksional
4. media instruksional edukatif memilki muatna normatif bagi kepentin gan pendidkan
5. media instruksianal edukatif erat kaitannya dengan metode mengajrar khususnya maupun komponen –kompnen sistem instruksional lainya
perbedaan antara media dn alat peraga terletak pda fungsinya bukan pada substnsifnya .
5.sejarah perkembngna media pendidikan
Pda mulanya media hanya dianggapa sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids) ,alat bantu yang dipakai adlah alat bantu visual,mislanya gambar,model, objek dan alat-alatlain yang dapat memberikan pengalaman konkret ,motivasi ,belajar serta mempertinggi daya serp dan retensi belajar siswa. Dengan maksudnya pengaruh teknologi audio pada sekitar pertengahan abad ke 20 ,alat visual atau audio visual aids(AVA).

Sumber bacaan
Arsyad, azhar. 2009. Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali pers.
Sadiman, Arief S. 2009. Media pendidikan: pengertian, pengembangan, dan pemanfaatanya. Jakarta: rajawali pers.
Dan sumber yang relevan lainya.

Materi Kuliah

KLASIFIKASI MEDIA PENDIDIKAN
1.Klasifikasi
Media memiliki banyak jenis dan klasifikasinya. Dilihat dari pengadaan media pembelajaran, dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu media yang sudah tersedia di lingkungan sekolah atau tersedia di pasaran, dalam hal ini media dirancang secara khusus oleh perusahaan tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku, diproduksi secara massal, dan biasanya harganya relatif murah sehingga guru dengan mudah dapat memiliki dan menggunakannya karena media ini sudah siap pakai. Jenis media seperti ini disebut dengan media by utilization. Jenis media yang kedua disebut dengan media by design.Jenis media yang kedua ini menuntut guru atau ahli media untuk merancang media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran tertentu.
Masing-masing jenis media tersebut memiliki kelebihan dan keterbatasannya. Kelebihan dari media yang siap pakai adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya. Sebaliknya untuk mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk kebutuhan tertentu memerlukan banyak waktu, tenaga maupun biaya, karena untuk menghasilkan media media yang baik diperlukan pengujian kesahihan dan keandalannya melalui serangkaian kegiatan validasi prototipnya. Adapun kelebihan dari media ini adalah kecil kemungkinan untuk ketidak sesuaian antara media dengan kebutuhan dan tujuan yang diharapkan dibandingkan dengan media siap pakai yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan karakteristik materi serta siswa.
Pada saat pembelajaran, pernahkah Anda mengalami permasalahan bahwa ternyata media yang Anda gunakan kurang tepat? dalam kata lain hasil belajar siswa tidak meningkat, siswa tidak tertarik dengan media yang kita sajikan, atau siswa malah bingung dan tidak meningkat motivasi belajarnya, padahal kita sudah bekerja keras untuk membuat media tersebut. Atau Anda pernah merasa bingung untuk menentukan media apa yang harus Anda pilih untuk materi pembelajaran yang sudah Anda siapkan?. Permasalahan tersebut mungkin saja sering dialami guru karena banyaknya jenis media pembelajaran atau ingin memilih media pembelajaran yang lebih efisien namun hasilnya memuaskan. Tentu saja permasalahan tersebut tidak akan terjadi apabila Anda memahami bagaimana konsep prosedur dan model yang tepat dalam memilih media pembelajaran. Oleh karena itu, pelajarilah BBM ini dengan cermat, sehingga media yang anda gunakan benar-benar didasarkan atas prosedur pemilihan yang tepat, sehingga sesuai yang diharapkan

1. Santoso S. hmijaya; mengklasifikasikan media pendidkan(media instruksional edukatif) yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan menurut penggunaanya:
a) Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara masal
b) Media danteknologi pendidikan yang metode penggunaanya secara individual
c) Media dan teknolgi pendidikan yang penggunaanya secara konvensional
d) Media dan teknologi pendidikan pada pendidkan modern
2. Klasifikasi menurut Gerlach dibagi menjadi 5 kategori umum menurut sifat benda yaitu;
a) Benda-benda asli danmunsia (reals materials and people
b) Gambar-gambar dan gambar yang disorotkan (visuals and projection)
c) Benda-bendayang didengar
d) Benda-benda cetakan
e) Benda-benda yang dipamerkan
3. Edgar dale mengklasifiksikan media instuksional edukatif berdasarkan penglaman belajar peserta didik yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak.pengalaman-pengalaman itu meliputi :
a) Pengalaman melalui lambang kata-kata/verbal
b) Pengalaman melalui lambang visual (peta,diagram)
c) Pengalaman melui rekaman,radio, gambar
d) Pengalam melalui gambar/foto.album
e) Pengalaman melalui gambar hidup
4. Rudy Bretz, mengelompokkan media kedlaam tujuh kelas,yaitu:
a. Kelas1:media audio-motion-visual
b. Kelas2: media audio-still-visual
c. Kelas3: media audio- semination
d. Kelas 4: media motion –visual
e. Kelas 5:media still-visual
f. Kelas6: media audio
g. Kelas 7: media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa simbol-simbol tertentu saja.
5. Duncan,ingin menjajarkan biaya investasi,kelangkaan dan keluasaan lingkup sasarannya disatu pihak dan kemudahan pengadaan sert a penggunaaan keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya biaya dalam pihak dengan tingkat kerumitan perangkat media dalam satu hierarki duncan disusun menurut tingkat kerumitan perangkat dan media yang dipergunakan.
6. Briggs,menyediakan 13 macam media yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar ,yaitu objek,media ,suara lansung, rekaman audio,media cetak,pembelajaran terporgram,pappan tulis, media tranparansi,film rangkai,film,televisi,dan gambar.
7. Gogne,tanpa menyebutkan jenis dari masing-masing medianya gogne membuat 7 mcam pengelompokkan media yaitubenda untuk didemontrasikan, komunikasi lisan,media cetak,,gambar diam,gambar gerak,film bersuar, dan mesin belajar .ketujuh kelompok media ini kemudian dikaitkan dengan kemampuan memenuhi fungsi menurut tingkatan hierarki belajar yang dikembangkannya yaitu pelantar,stimulus belajar,penrik minat belajar.
8. Edling, menurut edling media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar yaitu dua untuk pengalaman audiomeliputi kodifikasi subjektif visual dan kodifikasi objektif visual,dan dua pengalaman belajar 3 dimensi meliputi pengalaman langsung dengan orang lain dan pengalaman langsung dengan benda –benda.
2. jenis dan krakteristk
1. Mdia grafis
a. Bagan /chart
Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konse yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.
Sebagai metode yang balik,bagan haruslah:
1.dapat dimengerti anak
2. sedrhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-berbelit
3.diganti pada waktu –waktu tertentu agar selaintetap termasa(up to date)juga tak kehilangan daya tarik.
b. Media grafik ialah media yang membuat penyajian perlakuan data-data bilangna secara diagramatik
c. Media komik:media yang mempunyai sifat sederahana ,jelas,mudah dipahami danlebih bersifat personal sehingga berfungsi informatif dan edukatif
d. Media karikatur: bentuk informasi yang selain lucu jaga bersifat sendiran.
e. Media audio
a) Radio
Kelebihan media radio yaitu:
a. Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak dari pada TV
b. Rsdio dapat mengembnagkan daya imajinasi anak
c. Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan
d. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/ cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa
1. Kelemahan media radio yaitu:
2. Sifat komunikasinya harga satu arah
3. Biasanya siaran disentralisaikan sehingga guru tidak dapat mengontrolnya
4. Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah

b) Alat perekam padamagnetik
Kelebihan alat perekam
1. Pita rekaman dapat dihitung berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume
2. Rekaman dapat dihapus secra otomatis dan pitanya bisa pakai lagi.
3. Program kaset memberikan efisiensi dalam pengarah bahasa
4. Program kaset bisa menimbulkan berbagai kegiatan (diskusi,dramatis,dan lain-lain)
Kelemahan:
1. Daya jangkaunya terbatas
2. Dari segi biaya pengadaanya bisa untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.
c) Laboratorium bahasa
Adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya,media yang dipakai adalah alat perekam.
f. Media Audio Visual
a. Televisi (tv)
Kelebihan:
1. Tv dapat menerima ,menggunakan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai
2. Tv merupakan medium yang manarik,modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka
3. Tv dapat memikat perhatian sepenuhnya dari penonton seperti hanya film,tv menyajikan informasi visual dan lisan secara stimultan
b. Dvd
Kelebihan :
1)dapat menarik perhatian untuk priode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainya
2) dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli / spesialis.
3)ruang tidak perlu gelap waktu menyajikannya
4)menghemat waktu dan perekam dapat dipu tar berulang-ulng
5)keras lemah suara yang ada bisa diatur dan disesuaikan bila akan disisipi komenter yang akan didengar.
4)Media Proyesi
e. Overhead proyektor transparant
Media transparansi atau overhead transparansi (OHT) sering kecil disebut dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP,media transparansi adalah media visual proyeksi ,yang dibuat diatas bahan transparant.
Kelebihan:
a. Lebih sehat daripada papantulis
b. Sepenuhnya dibawah kontrol guru
c. Menghemat tenaga danwaktu karena dapat dipakai berulang-ulang
d. Praktis dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas ruangan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.